Kembali kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah adalah dengan Pemahaman Salaful Ummah

Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman Al-Jawiy Al-Indonesiy .
Dan kembali kepada Al Qur'an dan As Sunnah itu adalah dengan pemahaman Salaful Ummah (Sahabat, Tabi'in dan Atba'ut Tabi'in).

Sesungguhnya dalil-dalil tentang keutamaan para sahabat Rosululloh صلى الله عليه وسلم itu banyak sekali, di antaranya adalah:

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ ٱللَّهِ ۚ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ أَشِدَّآءُ عَلَى ٱلْكُفَّارِ رُحَمَآءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَىٰهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا ۖ سِيمَاهُمْ فِى وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ ٱلسُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِى ٱلْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْـَٔهُۥ فَـَٔازَرَهُۥ فَٱسْتَغْلَظَ فَٱسْتَوَىٰ عَلَىٰ سُوقِهِۦ يُعْجِبُ ٱلزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ ٱلْكُفَّارَ ۗ وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًۢا

"Muhammad adalah utusan Alloh. Dan orang-orang yang bersama beliau itu keras kepada orang-orang kafir dan menyayangi di antara mereka. Engkau melihat mereka itu ruku' dan sujud dalam rangka mencari karunia dari Alloh dan keridhoan-Nya. Alamat mereka di wajah-wajah mereka adalah berupa bekas sujud. Yang demikian itu adalah permisalan mereka di dalam Tauroh. Dan permisalan mereka di dalam Injil adalah bagaikan tanaman yang mengeluarkan tunasnya lalu memperkerasnya, lalu tunas itu tumbuh meninggi, lalu tegak lurus di atas pokoknya, tanam itu membikin kagum para petani, agar dengan para shahabat itu Alloh membikin marah orang-orang kafir. Alloh menjanjikan pada orang-orang yang beriman dan beramal sholih di antara mereka dengan ampunan dan pahala yang agung." [QS. Al-Fath: 29]

Alloh تعالى berkata:

لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

"Sungguh Alloh telah ridho kepada orang-orang mukmin ketika mereka membai'atmu di bawah pohon tersebut, maka Alloh mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka, maka Alloh menurunkan ketenangan pada mereka, dan memberi mereka pahala dengan kemenangan yang dekat." [QS. Al-Fath: 18]

Alloh تعالى berkata:

لِلْفُقَرَآءِ ٱلْمُهَٰجِرِينَ ٱلَّذِينَ أُخْرِجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِمْ وَأَمْوَٰلِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنًا وَيَنصُرُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ * وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

"Untuk para faqir miskin dari kalangan muhajirin yang diusir dari rumah-rumah mereka dan harta-harta mereka dalam rangka mencari karunia dari Alloh dan keridhoanNya dan menolong Alloh dan Rosul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang jujur. Dan orang-orang yang menempati negri itu (Madinah) dan beriman sebelum kedatangan mereka, mereka mencintai orang yang berhijroh kepada mereka dan tidak mendapati di dalam dada-dada mereka kebutuhan dari apa yang Alloh berikan pada muhajirin, dan mereka lebih mendahulukan para muhajirin daripada diri mereka sendiri sekalipun mereka itu punya kebutuhan. Dan barangsiapa dipelihara dari sifat kikir maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." [QS. Al-Fath: 8-9]

Alloh تعالى berkata:

فَإِنْ ءَامَنُوا۟ بِمِثْلِ مَآ ءَامَنتُم بِهِۦ فَقَدِ ٱهْتَدَوا۟ ۖ وَّإِن تَوَلَّوْا۟ فَإِنَّمَا هُمْ فِى شِقَاقٍ ۖ فَسَيَكْفِيكَهُمُ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

"Maka jika mereka mau beriman sebagaimana imannya kalian (para sahabat) pastilah mereka mendapat petunjuk. Tapi jika mereka berpaling maka sesungguhnya mereka itu hanyalah di dalam perpecahan." [QS. Al-Baqoroh: 137]

Dan Alloh تعالى berkata:

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

"Dan orang yang terdahulu dan pertama masuk Islam dari kalangan muhajirin dan Anshor dan yang mengikuti mereka dengan kebaikan Alloh telah meridhoi mereka, dan mereka telah ridho pada Alloh, dan Alloh telah menyediakan untuk mereka Jannah-jannah yang di bawahnya mengalir sungaisungai, mereka kekal di dalamnya selamanya, demikian itu adalah kemenangan yang agung." [QS. At-Taubah: 100]

Alloh تعالى berkata:

وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

"Dan barangsiapa menentang Rosul setelah jelas baginya petunjuk dan mengikuti selain jalan kaum mukminin Kami akan memalingkannya kemanapun dia berpaling, dan Kami akan memasukkannya ke dalam Jahannam, dan itu adalah sejelek-jelek tempat kembali." [QS. An-Nisa': 115]

Al ‘Irbadh bin Sariyah رضي الله عنه‎ berkata:

صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا فَقَالَ((أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلاَفًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ))

"Rosululloh صلى الله عليه وسلم pernah mengimami kami sholat pada suatu hari, kemudian beliau menghadapkan wajah pada kami, lalu menasihati kami dengan nasihat yang tajam, yang dengannya air mata berlinang, dan hati merasa takut. Maka seseorang berkata: 'Wahai Rosululloh, seakan-akan ini adalah nasihat orang yang hendak berpisah, maka apakah perjanjian yang Anda ambil dari kami?' maka beliau berkata: "Kuwasiatkan kalian untuk bertaqwa pada Alloh, dan mendengar dan taat kepada pemerintah, sekalipun dia itu adalah budak Habasyah, karena orang yang hidup di antara kalian sepeninggalku akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk memegang sunnahku dan sunnah Al Khulafaur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Pegang teguhlah dia dan gigitlah dia dengan geraham kalian. Dan hindarilah setiap perkara yang muhdats karena yang muhdats itu bid'ah, dan setiap bid'ah itu kesesatan."" [HR. Abu Dawud (4594) dan lainnya dihasankah oleh Al Wadi'iy هللا رحمه dalam "Ash Shahihul Musnad" (921)].

Dan dari Abu Qotadah رضي الله عنه‎ yang berkata: Rosululloh صلى الله عليه وسلم berkata:

فَإِنْ يُطِيعُوا أَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ يَرْشُدُوا

"Maka jika mereka menaati Abu Bakr dan Umar mereka akan terbimbing." [HR. Muslim (681)].

Dari Abu Musa رضي الله عنه‎ yang berkata: 

صَلَّيْنَا الْمَغْرِبَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قُلْنَا لَوْ جَلَسْنَا حَتَّى نُصَلِّيَ مَعَهُ الْعِشَاءَ - قَالَ - فَجَلَسْنَا فَخَرَجَ عَلَيْنَا فَقَالَ((مَا زِلْتُمْ هَا هُنَا‏)) ‏.‏ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّيْنَا مَعَكَ الْمَغْرِبَ ثُمَّ قُلْنَا نَجْلِسُ حَتَّى نُصَلِّيَ مَعَكَ الْعِشَاءَ قَالَ((أَحْسَنْتُمْ أَوْ أَصَبْتُمْ)) ‏.‏ قَالَ فَرَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ وَكَانَ كَثِيرًا مِمَّا يَرْفَعُ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ((النُّجُومُ أَمَنَةٌ لِلسَّمَاءِ فَإِذَا ذَهَبَتِ النُّجُومُ أَتَى السَّمَاءَ مَا تُوعَدُ وَأَنَا أَمَنَةٌ لأَصْحَابِي فَإِذَا ذَهَبْتُ أَتَى أَصْحَابِي مَا يُوعَدُونَ وَأَصْحَابِي أَمَنَةٌ لأُمَّتِي فَإِذَا ذَهَبَ أَصْحَابِي أَتَى أُمَّتِي مَا يُوعَدُونَ))

"Kami pernah sholat Maghrib bersama Rosululloh صلى الله عليه وسلم lalu kami berkata: "Seandainya kita duduk sampai kita sholat Isya bersama beliau." Maka kamipun duduk. Lalu beliau keluar menemui kami seraya bertanya: "Kalian masih di sini?" maka kami menjawab: "Wahai Rosululloh, kami telah sholat Maghrib bersama Anda," lalu kami berkata: "Sebaiknya kita duduk sampai kita sholat Isya bersama Anda." Maka beliau menjawab: "Kalian bagus" –atau: "Kalian benar." Lalu beliau mengangkat kepalanya ke langit, dan beliau memang sering mengangkat kepala beliau ke langit. Lalu beliau berkata: "Bintang-bintang adalah pengaman bagi langit, maka jika bintang-bintang itu telah pergi, akan datang pada langit perkara yang telah dijanjikan padanya. Dan aku adalah pengaman bagi para sahabatku, maka jika aku telah pergi, akan datang pada shahabatku perkara yang telah dijanjikan pada mereka. Dan para sahabatku adalah pengaman bagi umatku, maka jika para sahabatku telah pergi, akan datang pada umatku perkara yang telah dijanjikan pada pada mereka."[HR. Muslim (2531)].

Dari Abdulloh bin Mas'ud رضي الله عنه‎ bahwasanya Nabi صلى الله عليه و سلم berkata:

خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ

"Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian generasi yang datang setelah mereka, kemudian generasi yang datang setelah mereka."
 [HR. Al Bukhariy (2652) dan Muslim (2533)].

Al Imam Ibnu Rojab رحمه الله berkata: "Jangan engkau berbicara tentang Kitabulloh atau tentang hadits Rosululloh dengan apa yang tidak diucapkan oleh Salaf." ["Majmu' Rasail Ibnu Rojab"/ dengan pemilihan Abu Abdillah Al Atsyubiy].

Dalam hadits Mu'awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه‎ yang berkata: Sesungguhnya Rosululloh صلى الله عليه وسلم berkata:

إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابَيْنِ افْتَرَقُوا فِي دِينِهِمْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَإِنَّ هَذِهِ الْأُمَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً -يَعْنِي الْأَهْوَاءَ-، كُلُّهَا فِي النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً وَهِيَ الْجَمَاعَةُ وَإِنَّهُ سَيَخْرُجُ فِي أُمَّتِي أَقْوَامٌ تَجَارَى بِهِمْ تِلْكَ الْأَهْوَاءُ كَمَا يَتَجَارَى الْكَلْبُ بِصَاحِبِهِ لَا يَبْقَى مِنْهُ عِرْقٌ وَلَا مَفْصِلٌ إِلَّا دَخَلَهُ

"Sesungguhnya Ahlul Kitabain –Taurat dan Injil- telah tercerai-berai dalam agama mereka menjadi tujuh puluh dua agama. Dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga agama –yaitu hawa nafsu-. Semuanya di dalam neraka kecuali satu, yaitu Al Jama'ah. Dan bahwasanya akan keluarlah di dalam umatku kaumkaum yang dijalari oleh hawa-hawa nafsu tadi, sebagaimana penyakit anjing gila menjalari korbannya. Tidaklah tersisa darinya satu uratpun dan satu persendianpun kecuali dia akan memasukinya." [HR. Ahmad ((16937)/Ar Risalah) hadits hasan].

Dari Al Harits Al Asy'ariy رضي الله عنه‎:

قال النبي صلى الله عليه و سلم: وَأَنَا آمُرُكُمْ بِخَمْسٍ اللَّهُ أَمَرَنِي بِهِنَّ: السَّمْعِ، وَالطَّاعَةِ، وَالْجِهَادِ، وَالْهِجْرَةِ، وَالْجَمَاعَةِ

"Nabi صلى الله عليه وسلم berkata: "Dan aku memerintahkan kalian dengan lima perkara yang mana Alloh memerintahkan aku untuk mengerjakan itu: mendengar dan taat, berjihad, hijrah dan setia pada Jama'ah."[HR. At Tirmidziy (2863), HR. Ahmad (17209) dan Al Hakim (863), dan dia itu shahih. Dan dishahihkan oleh Al Imam Al Wadi'iy رحمه الله dalam "Al Jami'ush Shahih" no. (3155)].

Al Imam Ath Thibiy رحمه الله berkata: "Yang dikehendaki dengan Al jama'ah di sini adalah para Sahabat dan orang yang setelah mereka dari kalangan Tabi'in dan tabi'it tabi'in serta para Salafush Sholihin. Yaitu: Aku perintahkan kalian untuk berpegang dengan jalan mereka, dan masuk ke dalam rombongan mereka." ["Al Kasyif ‘An Haqaiqis Sunan"/ hal. 2574].
_______________________________

("SOLUSI TEPAT BAGI PERBEDAAN MADZHAB DAN PENDAPAT DEMI KEJAYAAN UMAT" | Asy Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman Bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy حفظه الله )

Sumber: https://t.me/dars_syaikh_abu_fairuz/1405
Judul: Diambil dari sebagian teks dalam artikel ini.
Diposting Diedit seperlunya di Blog ini.
Rasulullah Quran Tabiin Atbaut ridha shalih fakir anshar mu'min shalat bertakwa shalat salat Rasyidin Abdullah Kitabullah Rajab Jamaah Ummat Umat
Lebih baru Lebih lama

BlogTube