Tidak Boleh Menakwilkan Dalil yang sudah Jelas Maknanya demi Kepentingan Madzhab atau Partai

Asy-Syaikh Abu Fairuz Abdurrohman Al-Jawiy Al-Indonesiy .
Suatu dalil yang jelas penunjukannya itu wajib diikuti dan dibangun di atasnya pengamalan sesuai penunjukannya, dan harom untuk diselisihi dan ditakwil-takwil (diselewengkan makna atau penunjukannya).

Al Imam Muhammad Bin Idris Asy Syafi'iy رحمه الله berkata tentang masalah hujjah (argumentasi): "Adapun jika hujjah tadi berupa nash yang terang dari Al Qur'an, atau Sunnah yang telah disepakati; maka di dalam hujjah tadi telah ada penunjukan yang pasti dan tidak boleh ada keraguan di dalam salah satunya. Barangsiapa menolak untuk menerimanya; dia harus dituntut untuk bertaubat.["Ar Risalah"/Asy Syafi'iy/hal. 460].

Al Imam Asy Syafi'iy رحمه الله juga berkata: "Segala perkara yang mana Alloh telah menegakkan hujjah dengannya di dalam Kitab-Nya atau melalui lidah Nabi-Nya dalam keadaan ditetapkan secara jelas; tidak halal adanya perselisihan di dalamnya bagi orang yang telah mengetahuinya." ["Ar Risalah"/Asy Syafi'iy/hal. 560].

Sumber: https://t.me/dars_syaikh_abu_fairuz/1405
Judul: Asli.
Diposting & Diedit seperlunya tanpa merubah maknanya.
Haram Syafiiy Syafi'i Syafi'y Quran tobat Allooh Allah taqwil
Lebih baru Lebih lama

BlogTube