Alergi dengan Buku Bantahan Ilmiah merupakan Kebiasaan Orang Hizbiyyun

Al-Ustadz Abu Hanan Utsman As-Sandakaniy . Bantahan yang dilakukan oleh ahli ilmu adalah merupakan jihad untuk meninggikan kalimat Al-Haq dan sebagai nasihat bagi kaum muslimin terkhusus para penuntut ilmu.

Dan ketahuilah bahwa kebaikan ummat ini di bangun atas tiga kaidah.

Alloh تعالى berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُون.

"َKalian (umat islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya Ahli Kitab mau beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS. Ali 'Imron: 110]

Berkata Al 'Allamah Al Muhaddits Ahmad bin Yahya An Najmi رحمه الله:

والله عزوجل جعل خيرية هذه الأمة مبنية على ثلاث قواعد؛ وهي:
- الأمر بالمعروف.
- النهي عن المنكر.
- الإيمان بالله.

والخلاصة: أن من أنكر الردود فقد أنكر الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، ومن أنكر الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، فقد أضاع اثنتين من تلك القواعد.

وإذا ضاعت منه اثنتان فقد ضاعت منه الثالثة، وهي الإيمان بالله؛ لأن الإيمان بالله هو الباعث على الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، وبفقدهما يفقد؛ قال تعالى: {فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ} [هود : 116].

"Alloh عز و جل menjadikan kebaikan-kebaikan umat ini terbangun di atas tiga kaidah, (sebagaimana dalam surah Al Imron ayat 110) yaitu:
- Al amr bil ma'ruf (Memerintah kepada kebaikan),
- Nahyu 'anil mungkar, (Melarang dari kemungkaran),
- Beriman kepada Alloh.

Dan kesimpulannya: Bahwa orang yang mengingkari rudud (bantahan yang dibangun di atas ilmu) maka dia telah mengingkari al amr bil ma'ruf wan nahyu 'anil mungkar, dan orang yang mengingkari al amr bil ma'ruf wan nahyu 'anil mungkar, maka dia telah menghilangkan dua dari kaidah tersebut.

Jika telah hilang dari dirinya kedua hal tersebut, maka telah hilang darinya perkara yang ketiga, yaitu beriman kepada Alloh, karena beriman kepada Alloh adalah pendorong terhadap al amr bil ma'ruf wan nahyu 'anil mungkar. Dan dengan hilangnya kedua hal tersebut, maka hilang juga itu (yang ke tiga).

Alloh تعالى berfirman:

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِمَّنْ أَنْجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَا أُتْرِفُوا فِيهِ وَكَانُوا مُجْرِمِينَ

"َMaka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang-orang yang mempunyai keutamaan (ilmu dan pemahaman) yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka. Dan orang-orang yang dzolim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa." (QS. Hud : 116)

[Ad Durar an Najmiyah fi Ruddi Ba'dhi asy Syubuhaat al 'Aqadiyah wal Manhajiyyah hal. 32-33]
__________

Banyak manusia terkhusus penuntut ilmu:

▪️ Yang tidak bisa menjaga atau membentengi dirinya sendiri kecuali setelah membaca kitab-kitab rudud atau bantahan,

▪️ Yang tidak akan memahami realitas dari berbagai kelompok sempalan dalam dakwah dan menyimpang kecuali setelah membaca kitab-kitab rudud.

▪️ Yang tidak bisa membedakan antara sunnah dan bid'ah, antara kebenaran dan kebathilan, antara kesesatan dan petunjuk kecuali setelah mengilmui kitab rudud (ilmiyyyah)

▪️ Yang tidak akan mengetahui kenyataan orang-orang yang memberikan talbis terhadap agama, yang meletakkan penghalang dan penutup sehingga ia tidak bisa mengenali kebenaran kecuali mempelajari kitab-kitab rudud.

Dan orang yang mengatakan: "rudud (bantahan) terus, dan sibuk dengan bantahan." Mereka ini adalah orang yang menginginkan kebathilan mereka tersebar dan tidak menginginkan ada seorangpun dari kalangan ahli ilmi membantahnya. Oleh karena itu mereka pun menggambarkan jelek akan bantahan terhadap orang menyimpang,

كتب الردود تقسي القلوب.

"Buku bantahan itu akan membuat hati keras."

Dan Syaikh Al-Allamah Al-Fauzan membantah syubhat orang yang alergi terhadap buku-buku bantahan ilmiyyah. Beliau حفظه الله berkata:

فأي واحد يأتينا يريد منا أن نخرج عن هذا الصراط فإننا:

أولاً نرفض وثانياً ما يكفي أننا نرفض بل لابد أن نبين ونحذر منه نحذر الناس منه ولا يسعنا السكوت عليه لأن إذا سكتنا عليه اغتر به الناس لا سيما إذا كان صاحب فصاحة ولسان وقلم وثقافة فإن الناس يغترون به ويقولون هذا مؤهل هذا مفكر من المفكرين كما هو الحاصل الآن فالمسألة خطيرة جداً.
وهذا فيه وجوب الرد على المخالف عكس. ما يقوله أولئك يقولون "اتركوا الردود خلوا الناس كل له رأيه واحترامه وحرية الرأي وحرية الكلمة." بهذا تهلك الأمة. السلف ما سكتوا عن أمثال هؤلاء فضحوهم وردوا عليهم لعلمهم بخطرهم على الأمة.

فنحن لا يسعنا أن نسكت عن شرهم بل لابد من بيان ما أنزل الله وإلا نكون كاتمين من الذين قال الله فيهم { إن الذين يكتمون ما أنزلنا من البينات والهدى من بعد ما بيناه للناس في الكتاب أولئك يلعنهم الله ويلعنهم اللاعنون } فلا يقتصر الأمر على المبتدع بل يتناول الأمر من سكت عنه من سكت عنه يتناوله الذم والعقاب. لإن الواجب البيان والتوضيح للناس وهذه وظيفة الردود العلمية . الردود العلمية المتوفرة الآن في مكتبات المسلمين كلها تذب عن الصراط المستقيم وتحذر من هؤلاء.

فلا يروج علينا هذه الفكرة :
فكرة حرية الرأي وحرية الكلمة واحترام الآخر إلى آخره. نحن مو قصدنا الآخر قصدنا الحق ما قصدنا نجرح الناس ولا نتكلم في الناس القصد هو بيان الحق.وهذه أمانة حملها الله العلماء فلا يجوز السكوت عن أمثال هؤلاء. لكن مع الاسف لو يأتي واحد يرد على أمثال هؤلاء, قالوا أنت متسرع أنت فيك وفيك هذا ما يستحق الرد لو سكت عنه ما اشتهر أمره ,لو سكت عنه ما اشتهر أمره إلى غير ذلك من الوساوس.

"Siapa saja yang datang kepada kita dan menginginkan agar kita keluar dari jalan yang lurus ini, maka sikap kita:

Pertama: Kita menolaknya

Kedua: tidak cukup bagi kita hanya dengan menolaknya saja, BAHKAN HARUS KITA JELASKAN DAN KITA MENTAHDZIRNYA AGAR MANUSIA MEWASPADAINYA, kita harus memperingatkan manusia darinya dan tidak boleh bagi kita untuk mendiamkannya. Karena jika kita diam maka manusia akan tertipu dengannya.

Terlebih lagi jika orang tersebut adalah orang yang fasih, pandai berbicara, pandai menulis dan memiliki wawasan luas, karena manusia akan tertipu dengannya dan mereka akan mengatakan: "Dia ahli dan termasuk pemikir." Sebagaimana hal ini terjadi sekarang ini. Jadi permasalahannya sangat berbahaya sekali.

Jadi pada perkataan beliau ini (Al-Barbahary –pent) menunjukkan wajibnya membantah siapa saja yang menyelisihi kebenaran.

HAL INI MENYELISIHI DENGAN APA YANG MEREKA KATAKAN: "tinggalkanlah bantahan-bantahan, biarkan manusia masing-masing mengikuti pendapatnya dan hormatilah, bebas berpendapat dan bebas berbicara!"

DENGAN PRINSIP SEMACAM INILAH UMAT INI AKAN BINASA. padahal salaf mereka tidak mendiamkan orang-orang semacam mereka ini.

BAHKAN SALAF TIDAK TINGGAL DIAM DARI SEMISAL MEREKA, MEMBONGKAR KEJAHATAN MEREKA DAN MEMBANTAH MEREKA, KARENA MEREKA MENGETAHUI BETAPA BESAR BAHAYA MEREKA TERHADAP UMAT.

Maka kita pun tidak boleh mendiamkan kejelekan mereka, Bahkan harus menjelaskan apa yang Alloh turunkan. Kalau itu tidak kita lakukan maka kita menjadi orang-orang yang menyembunyikan kebenaran sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ الَّذِيْنَ يَكْتُمُوْنَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِيْ الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلعَنُهُمُ اللهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاَّعِنُوْنَ.

"Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dilaknat oleh Alloh dan dilaknat pula oleh semua mahluk yang bisa melaknat." (QS. Al-Baqoroh: 159)

Jadi perkaranya tidak terbatas terhadap MUBTADI'. BAHKAN PERKARANYA JUGA MENGENAI SIAPA SAJA YANG MENDIAMKANNYA.

Siapa yang mendiamkannya maka dia juga berhak mendapatkan celaan dan hukuman, Karena yang wajib adalah menjelaskan dan menerangkan kepada manusia. Dan ini merupakan tugas bantahan-bantahan ilmiah dan bantahan ilmiah banyak dijumpai sekarang ini di perpustakaan kaum Muslimin. Semuanya membela jalan yang lurus dan memperingatkan kejahatan mereka.

Jadi tidaklah menyebarkan pemikiran ini, yaitu pemikiran tentang kebebasan berpendapat, kebebasan berbicara dan agar saling menghormati pihak lain.

Kami tidak memaksudkan yang lain, kami inginkan Al Haq, bukan maksud mencela manusia,...

Akan tetapi sangat disedihkan, seandainya seseorang datang membantah atas semisal mereka (orang yang menyimpang), mereka akan katakan: "KAMU ORANG TERBURU BURU, KAMU TERGESA-GESA, padamu begini, ini tidak pantas untuk dibantah, seandainya kamu diam darinya, maka perkaranya tidak akan masyhur," dan selain itu yang merupakan was-was.

[Syarh Sunnah Al-Barbahary.]
__________

Dan juga menunjukkan akan penting' ilmu rudud / ilmu bantahan

Berkata syaikh Zaid Al Madkholy رحمه الله:

إن حاجة الناس في كل زمان ومكان إلى كتب الردود على أهل البدع والأهواء والضلال ، وكتب النقد والجرح والتعديل مسلّم بها لدى العقلاء من الناس ؛ بل لدى من سلمت فطرهم من التلوّث بأفكار أهل الأنحراف.

"Sesungguhnya kebutuhan manusia di setiap waktu dan tempat kepada kitab-kitab rudud (bantahan) terhadap ahlul bida'h dan ahli ahwa dan orang sesat. Dan kitab-kitab jarh wat ta'dil merupakan perkara yang diterima menurut orang-orang yang berakal dari kalangan manusia bahkan dikalangan orang-orang yang selamat fitrohnya dari terkotori dengan pemikiran-pemikiran orang-orang yang menyimpang." [Al Ajwibatul Atsariyyah 'Anil Masailil Manhajiyyah hal. 192]

SEBAB BUKU BANTAHAH ILMIAH AKAN MEMBUAT MANHAJ SESEORANG BENAR, YANG AKAN MENUNTUN KEPADA AKIDAH YANG BENAR.

Dan diantara yang bisa membantu penuntut ilmu untuk memahami ilmu yang benar adalah kitab-kitab rudud (kitab-kitab bantahan terhadap kebathilan dan para pengusungnya). Karena itu juga merupakan BAGIAN YANG SANGAT PENTING dalam menuntut ilmu!!

Berkata Syaikh Al-Allamah Al-Albani رحمه الله:

إخواننا في كل بلاد الإسلام وبخاصة هؤلاء الذين يعتبرون حديثوا عهد بالإسلام هم بحاجة إلى الكتب المنهجية أولا ثم التي تبين لهم العقيدة الصحيحة ثانيا.

"Saudara-saudara kita di seluruh negeri Islam, terkhusus bagi mereka yang baru masuk Islam, pertama kali mereka butuh mempelajari kitab-kitab manhaj, berikutnya kitab-kitab yang bisa menjelaskan aqidah yang benar kepada mereka." [Al-Huda wan Nur 737]

Dan termasuk kebodohan apa yang sering didengungkan oleh sebagian orang bahwa menekuni bantahan terhadap ahli bathil bukanlah ilmu yang dipentingkan bagi penuntut ilmu.

Dan Syaikh Al-Allamah Muqbil Al-Wadi'iy رحمه الله mengatakan:

كتبي كلها ردود

"Kitab-kitab karya tulisku semuanya tentang bantahan."

Oleh karena itulah, sebagian besar kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah adalah bantahan. Alloh pun memberi manfaat kepada umat ini dengan bantahan-bantahan (beliau) tersebut dalam banyak kitabnya. Beliau membantah Asy'ariyah, Rofidhoh, agama Nasrani, agama Yahudi, dan juga membantah berbagai aliran dan pemahaman (menyimpang).

Dan tidak ada orang yang takut dengan buku buku rudud ilmiyyah kecuali pengekor hawa nafsu atau orang yang lemah ilmunya.

Berkata Al Allamah Ahmad An Najmi رحمه الله:

منهج الرُّدُودِ مَنهَجٌ مُعتبَرٌ عند السلف ،لا يخشَىٰ منه إلا صاحب هَوًىٰ ،أو ضَعيفٌ في العلم.

"Manhaj rudud (membantah penyimpangan dan kesalahan) adalah manhaj yang telah diakui di sisi para salaf, tidak ada yang merasa takut terhadap manhaj ini kecuali para pengekor hawa nafsu atau orang-orang yang lemah ilmunya." [Roddul Jawab hal. 7]

Dengan buku buku rudud ilmiyyah maka seseorang bisa bangkit melakukan pembelaan terhadap sunnah yang shohih, bisa mengerti tentang masalah manhajiyyah, juga mengerti penyimpangan yang ada, sama saja penyimpangan yang ada pada gurunya, atau pada orang disekitarnya.

Berkata Syaikh Al 'Allaamah Zaid bin Muhammad bin Hadi رحمه الله:

ﺍﻟﺘﺼﺮﻳﺢ ﺍﻟﻮﺍﺿﺢ ﺍﻟﺠﻠﻲ ﺍﻟﻤﺄﺛﻮﺭ ﻋﻦ ﺍﻷﺳﻼﻑ ﻭﺃﺗﺒﺎﻋﻬﻢ ﺣﻘﻴﻘﺔ ﺃﻥ ﻃﻼَّﺏ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺯﻣﺎﻥ ﻭﻣﻜﺎﻥ ﻓﻲ ﺣﺎﺟﺔ ﻣﺎﺳﺔ ﺇﻟﻰ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﻛﺘﺐ ﺍﻟﺮﺩﻭﺩ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻷﻫﻮﺍﺀ ﻭﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﻛﺘﺐ ﺍﻟﺠﺮﺡ ﻭﺍﻟﺘﻌﺪﻳﻞ ؛

ﻟﻴﺤﺬﺭﻭﺍ ﻣﻦ ﺍﻻﻏﺘﺮﺍﺭ ﺑﺎﻟﻤﺠﺮﻭﺣﻴﻦ ، ﻭﻳﺴﻠﻤﻮﺍ ﻣﻦ ﺷﺮ ﺍﻟﻤﺒﺘﺪﻋﻴﻦ ، ﻭﻣﻦ ﺛﻢ ﻳﻜﻮﻧﻮﺍ ﺣﺮَّﺍﺳًﺎ ﻣﻦ ﺣﺮَّﺍﺱ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻟﺴﻠﻴﻤﺔ ، ﻭﻗﺎﺋﻤﻴﻦ ﺑﺎﻟﺬﺏ ﻋﻦ ﺍﻟﺴُﻨﺔ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﺔ ﺍﻟﻘﻮﻳﻤﺔ . ﺍﻫـ

"Keterangan yang jelas dan terang benderang dari para salaf dan ulama yang mengikuti mereka telah pasti adanya, bahwasanya para penuntut ilmu di setiap tempat dan zaman sangat membutuhkan untuk mengetahui kitab-kitab rudud (bantahan) terhadap ahlul ahwa' dan ahlul bid'ah, juga untuk mengenal kitab-kitab al-Jarh (siapa yang pantas di cela) wat-Ta'dil (siapa yang pantas direkomendasi),

Agar mereka waspada tidak tertipu dengan orang-orang majruhin (yang telah dijarh/ dicela/ dicerca oleh ahli ilmi karena telah menyimpang), dan agar mereka selamat dari kejelekan para ahlul bid'ah.

Berikutnya, agar mereka menjadi para penjaga aqidah yang selamat, dan para pembela Sunnah Shohihah yang lurus."

[Al-Ajwibah As-Sadidah 'an Al-As'ilah Ar-Rasyidah II/324-325]

Dan ketika buku buku rudud / bantahan ilmiyyah disembunyikan, atau tidak disampaikan, maka bid'ah dan thoriqoh hizbiyyin akan semakin laris.

Berkata Al-Allamah Al-Fauzan حفظه الله:

ﺇﺫﺍ ﺃُﺧﻔﻴﺖ ﺍﻟﺮﺩﻭﺩ ﺍﻧﺘﺸﺮ ﺍﻟﺸﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺭﺍﺟﺖ ﺍﻟﺒﺪﻉ ! ﻓﻼ ﺑﺪ ﻣﻦ ﻧﺸﺮ ﺍﻟﺮﺩﻭﺩ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﺔ ﻣﺎ ﻫﻮ ﻛﻞ ﺍﻟﺮﺩﻭﺩ !! ﺍﻟﺮﺩﻭﺩ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﺔ ﺍﻟﺼﺎﺩﺭﺓ ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﺒﺪﻋﺔ ﻭﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﺍﻟﺨﻄﺄ ﻭﻳﻌﺮﻓﻮﻥ ﻛﻴﻒ ﻳﺮﺩﻭﻥ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ . ﻧﻌﻢ .

"Jika bantahan disembunyikan maka akan tersebar kejelekan di antara manusia dan bid'ah-bid'ah menjadi laris!

MAKA HARUS DISEBARKAN BANTAHAN-BANTAHAN yang benar, tidak semua bantahan!! Bantahan-bantahan yang benar berasal dari ahlul ilmi yang mengetahui bid'ah dan mengetahui kesalahan dan mengetahui bagaimana membantahnya dari Al-Kitab dan As-Sunnah."

[Dari Nuur 'Alad Darb 28-02-1433]

Jadi mereka yang mengatakan: "Jangan ajarkan kitab rudud (bantahan) pada thullab karena itu menyibukkan diri dengan fitnah Syaikh ini, ulama ini dan seterusnya. Sibukkan saja dengan ilmu aqidah, fiqih, mustholah, ushul, nahwu."

Ini syubhatnya orang-orang Rodja, Ini syubhatnya orang yang mumayyi', ini namanya pengkaburan.

Dan adapun kami berbicara tentang fitnahnya: Orang orang yang menyimpang, Pemikiran yang menyimpang, Firqoh atau kelompok yang menyimpang, Dan kitab-kitab yang menyimpang.

Sementara kalian sendiri terfitnah: Dengan fitnah Al ibanah Muhammad imam, Dengan fitnah sururiyyah, Dengan fitnah rodjaiyyah, Dengan fitnah jam'iyyah ataupun asrama tarbiyatunnisa (Fitnah TN).

Dan kami ketika mengajarkan aqidah ahli sunnah, prinsip ahli sunnah, kami juga membantah, dan mengcounter pemikiran dan orang yang menyimpang dari kalangan ahli Ahwa.

Dari pembahasan ini juga nampak akan pentingnya ilmu rudud atau bantahan terhadap ahli bid'ah dalam menyatukan barisan dakwah salafiyyah.

Berkata Syaikh Zaid Al-Madkholy رحمه الله:

▪️ إن الوقت غير صالح للرد على الفرق لحاجة المسلمين الى وحدة الصف ليكونوا جميعا على وجه الإلتحاد والعلمنة.

"Dan ucapan mereka: sesungguhnya zaman ini tidak cocok untuk membantah sekte-sekte (sesat) yang ada dikarenakan kaum muslimin membutuhkan kepada persatuan shof mereka agar mereka semua bisa menghadapi (melawan) ilhad dan paham sekuler."

▪️ وفى هذه الشبهة تجهيل للسلف وأتباعهم الذين قضوا جميع أوقاتهم فى تاليف الردود على ذوي الأخطاء والبدع والأهواء من المسلمين.

"Dan syubhat ini mengandung sikap menganggap bodoh para salaf dan para pengikut mereka yang telah menghabiskan seluruh waktu mereka dalam menyusun bantahan-bantahan terhadap orang-orang yang terjatuh dalam kesalahan dan para ahlul bida' wal ahwa' dari kalangan kaum muslimin."

▪️ وفيها للتمييع للفريضة الأمر بالمعروف والنهى عن المكنر ووجوه التناصح ووجوب المولاة فى الله والمعاداة فيه، إذ كيف يتحد الصف وفيه القبوري والرافضي والأشعري والخوارج والسنة.

"Dan syubhat ini melembekkan kewajiban amar ma'ruf dan nahi mungkar, wajibnya saling menasihati, dan wajibnya mencintai karena Alloh dan memusuhi karena Alloh; sebab bagaimana mungkin shof bersatu dalam keadaan di dalam shof tersebut ada seorang Qubury, seorang Rofidhy, seorang Asy'ary dan Khowarij serta Ahlussunnah.

▪️ يا له من تلبيس ينكشف عنه الغطاء من اول نظرة من نظرات البصير

"Luar biasa, ini merupakan bentuk talbis (pengkaburan) yang tersingkap penutupnya semenjak pertama kali dilihat oleh orang yang berilmu."

[Al Ajwibatul Atsariyyah hal. 195.]
__________

? Dan hal ini juga kita tanyakan pada ulama Yaman.

[15/11 09:59] ابو حنان عثمان السندكاني: السلام عليكم ورحمة الله وبركاتة. احسن الله إليك يا شيخنا.
ما هو توجيهكم ونصيحتكم لمن قال : كتب التوحيد والعقيدة والطهارة من احسن الكتب ان تدرس بين طلاب العلم من كتب الردود مثل مصباح الظلام للشيخ ابى حاتم يوسف الجزائري؟

[15/11 12:14] الشيخ طارق: وعليكم السلام ورحمه الله وبركاته.
ننصح طلاب العلم بالإهتمام بكتب التوحيد والعقيدة والطهارة أيضا لايتغافلون عن جانب التحذير من أهل البدع ودراسة ماهم عليه من الباطل من قول حذيفة رضي الله عنه كان الناس يسألون رسول الله عن الخير وكنت أسأل رسول الله عن الشر مخافة أن يدركني والتزهيد في جانب الردود من الجهل والتخبط.

"Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh. Apa arahan dan nasihat kalian terhadap orang yang mengatakan buku-buku tauhid, aqidah, dan thoharoh dari sebaik-baik buku untuk diajarkan di antara para penuntut ilmu dari buku-buku bantahan semisal dari "Misbahu Dzolam karya Syaikh Abu Hatim Yusuf Al Jazairy حفظه الله?"

1. Jawaban Syaikhuna Thoriq Al-Ba'dany حفظه الله: "Kami menasihati para penuntut ilmu untuk memperhatikan buku-buku tauhid, aqidah dan thoharoh, juga jangan mereka lalai dari sisi tahdzir ahli bid'ah dan mempelajari apa yang mereka berada di atasnya berupa kebathilan, sebagaimana dari ucapan Hudzaifah رضي الله عنه:

كان النَّاسُ يَسْأَلُوْنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَ كُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي.

"Dahulu manusia bertanya kepada Rosululloh tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku."

Dan sikap meninggalkan, menjauhi serta tidak senang dari sisi rudud (untuk mempelajarinya, pent) termasuk dari kebodohan dan keserampangan."

[selesai penukilan.]

2. Jawaban Syaikhuna Abdul Ghony Al-'Umary حفظه الله:

وكتب المنهمجية تدرس لطلاب العلم حتى يتمكنوا من المنهج ويقووا هذا هو الصواب بارك الله فيك. وهذا يعتبر الذكاء من المعلم.

"Buku-buku tentang manhaj diajarkan untuk para penuntut ilmu hingga mereka mapan dalam manhaj dan kuat. Ini yang benar barakallahu fika. Dan ini teranggap kecerdasan dari seorang pengajar." [Selesai penukilan.]
_______________________________

Disusun: Abu Hanan As-Suhaily
27 Rabiul akhir 1443 - 2/12/ 2021

Sumber:  t.me/Nashihatulinnisa/8349
Judul: Dari Sumbernya.
Diposting & Diedit seperlunya di Blog ini.
nasehat kaedah Allah ummat kebathilan ilmiyyah thariq ilmiyah madkhaliy madkhaly akidah shahih thariqah firqah menasehati thaharah
Lebih baru Lebih lama

BlogTube