Persamaan Thoriqoh Hizbiyyah yang Ditempuh Ashabu TN bersama Pengikutnya dengan Thoriqoh Hizbiyyah Al Mar'iyyah (Bagian 13)

Al-Ustadz Abu Hanan Utsman As-Sandakaniy .
Titik persamaannya adalah:

التقليد لبعض العلماء فى مخالفة الحق وإسقاط الحجج والبراهين.

"Taqlid pada sebagian ulama dalam menyelisihi Al Haq dan dalam menjatuhkan hujjah dan Burhan."

Taqlid yang Dilakukan oleh Hizbiyyun Al-Mar'iyyun

ودعوى حصر الرجوع الى الكبار هو ديدن عبد الرحمن العدني واصحابه بالقول والفعل ، وهذا منهج مخالف لأصول متعددة.

"Dan ajakan agar membatasi rujukan hanya kepada ulama kibar itu adalah semboyan Abdurrohman Al-Adany dan komplotannya dengan perkataan ataupun dengan perbuatan, ini adalah manhaj yang menyelisihi usul dari berbagai sisi."

Berkata Abdulloh Al-Mar'i dalam Kitab "Mi'yarul Ilmi wad Dien" (hal.39):

فإني أنصحهم باللزوم الهدوء وترك الإستشراف للفتن وانتظار كلام أكابر اهل العلم.

"Maka sungguh saya menasihati kalian dengan senantiasa tenang dan meninggalkan terjun dalam fitnah dan saya nasihatkan untuk menunggu perkataannya ulama kibar."

Dan dia juga berkata:

ستكون فتنة بين المشائخ فكونوا مع علماء المملكة نقله عنه الأخ محمد الكثيري.

"Akan terjadi fitnah di kalangan para masyaikh maka hendaklah kalian bersama ulama yang ada di mamlakah su'udiyah." Dinukilkan oleh Akh Muhammad Al-Katsiry

[Mukhtashor al-Bayan hal. 61-62]

Dan juga di antara perbuatan Nabil Al Hamr adalah bahwasanya dirinya membela dengan sangat keras kedua anak Mar'i dan Ba Muhriz sambil menyangka bahwasanya dirinya itu berbicara dengan perkataan para ulama, dan dirinya itu menjelaskan bayan Ma'bar dan bayan Hudaidah kepada manusia. Nabil dan pengikutnya berkata:

الذين نشروا أشرطة الحجوري وكتابات طلابه فى الفتنة يعدون عصاة العلماء.

"Orang-orang yang menyebarkan kaset-kaset Al Hajuriy dan tulisan-tulisan para muridnya tentang fitnah ini berarti durhaka terhadap para ulama."

ويصفون السلفيين الذين تركوا عبد الرحمن وحزبه أنهم ضد العلماء.

Dan mereka mensifatkan para Salafiyyin yang meninggalkan Abdurrohman Al 'Adniy dan kelompoknya adalah berarti menentang para ulama.

Dan kerja kerasnya dalam mentahdzir umat dari Dammaj dan masyayikh dan pelajar yang singgah di Dammaj untuk dakwah ke jalan Alloh dan menyebarkan kebaikan. Juga upaya Nabil dan teman temannya untuk menebarkan kedustaan dan kebohongan seputar Dammaj yang hal itu menyebabkan manusia lari dari Dammaj. Dalil yang dipakainya adalah sebagian dari perkataan Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushobiy.

[Akhbar Min Tholabatil 'Ilmis salafiyyin Bi Manthiqotid Disisy Syarqiyyah no. 5-8]

Dan ini adalah merupakan penyakit orang orang musyrikin. Dan Alloh تعالى telah menegaskan dalam firman-Nya:

ٱتَّبِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

"Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Robb-Mu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya (yakni kamu menjadikan mereka sebagai pemimpin dengan mengikuti hawa nafsu mereka dan karenanya kamu meninggalkan kebenaran). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya)."

Dan juga Alloh تعالى berfirman:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا۟ إِلَىٰ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ وَإِلَى ٱلرَّسُولِ رَأَيْتَ ٱلْمُنَٰفِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُودًا

"Dan apabila mereka dinasihati dan dikatakan kepada mereka, 'kemarilah kepada wahyu yang Alloh turunkan dan kepada Rosul berupa petunjuknya,' kamu dapat melihat orang-orang yang menampakkan keimanan secara lahir dan menyembunyikan kekafiran, berpaling darimu dengan sejauh-jauhnya." [QS. An-Nisa: 61]

Berkata Imam Ibnul Qayyim رحمه الله:

الله سبحانه ذم من إذا دعى الى الله وإلى رسوله ورضي بالتحاكم الى غيره وهذا شأن أهل التقليد، فكل من أعرض عن الداعي له الى ما أنزل الله ورسوله الى غيره فله نصيب من هذا الذم.

"Alloh سبحانه و تعالى mencela (dengan celaan sebagai munafik) orang yang diajak kepada Alloh dan Rosul-Nya, justru dia berpaling dan ridho dengan berhukum kepada selainnya, dan ini adalah perkaranya orang yang taqlid, maka semua yang berpaling dari orang yang mengajak padanya kepada apa diturunkan Alloh dan Rosul-Nya (berupa hukumnya) kepada selainnya, maka dia akan mendapatkan bagian dari celaan ini." [I'lam Al-Muwaqqi'in 3/525]

Berkata Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah رحمه الله:

أما التقليد الباطل المذموم فهو : قبول قول الغير بلا حجة قال الله تعالى: {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللّهُ قَالُواْ بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ} [ في البقرة : 170 ]…

"Adapun taqlid yang bathil dan tercela adalah: menerima ucapan orang lain tanpa hujjah. Alloh تعالى berkata: "Apabila dikatakan kepada mereka ikutilah apa yang Alloh turunkan, mereka mencela bahkan kami akan ikuti apa yang telah kami dapati bapak-bapak kami atasnya, apakah mereka tetap ikuti meskipun nenek moyang mereka tidak mengetahui sesuatupun dan tidak pula mendapat petunjuk." [Al-Baqoroh: 170]..." [Majmu' Al-Fatawa 20/15]

Taqlid Buta adalah perilakunya orang-orang jahiliyyah yang Rosul صلى الله عليه وسلم telah menyelisihi mereka.

Berkata Syaikh Al Imam Muhammad Bin Abdul Wahab رحمه الله:

إن دينهم مبني على أصول: أعظمها التقليد، فهو القاعدة الكبرى لجميع الكفار، أولهم وآخرهم.

"Sesungguhnya agama mereka yakni orang-orang jahiliyyah dahulu terbangun atas beberapa pondasi dan yang paling utamanya adalah Taqlid Buta, Ini merupakan kaidah besar bagi semua orang kafir sejak dulu hingga sekarang."

Hajjaj menceritakan kepada kami, Syarik menceritakan kepada kami dari Al A'masy dari Al Fudhoil bin Amr ia berkata tampaknya dari Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, ia berkata "Nabi صلى الله عليه وسلم bertamattu'." Lalu Urwah bin Zubair berkata "Abu Bakar dan Umar telah melarang tamattu'! " Maka Ibnu Abbas berkata "Apa yang dikatakan Urayyah?" Ia menjawab "Ia berkata Abu Bakar dan Umar telah melarang tamattu'." Ibnu Abbas berkata "Tampaknya mereka akan binasa! Aku katakan "Nabi صلى الله عليه وسلم  bersabda," ia justru berkata "Abu Bakar dan Umar melarang.""

[Hadis riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad hadis no 3121, Syaikh Ahmad Syakir berkata tentang hadis ini Sanadnya Shohih]

Dan dalam atsar yang dikeluarkan oleh Al-Khotib Al-Bagh'dady رحمه الله, berkata Urwah:

هما والله كانا اعلم بسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم واتبع لها منك.

"Abu Bakr dan Umar mereka berdua lebih mengetahui Sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم  dan lebih mengikuti terhadap Sunnah Rosululloh dari kamu (Ibnu Abbas)."

Berkata Al-Khotib Al-Bagh'dady رحمه الله:

قد كان أبو بكر وعمر على ما وصفهما به عروة الا انه لا ينبغي أن يقلد أحد فى ترك ما ثبت به سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم.

"Dan sungguh Abu Bakr dan Umar adalah di atas apa yang disifatkan Urwah, hanya saja tidak sepantasnya seseorang taqlid dalam meninggalkan apa yang telah tetap keshohihannya dari sunnah Rosululloh صلى الله عليه وسلم." [Al Faqih wal Mutafaqqih 1/424.]

Seorang penyair mengatakan untuk mengingkari orang-orang yang berdalih dengan ucapan para syaikh mereka.

أقول قال الله قال رسوله , فتجيب : شيخي إنه قد قال

"Aku katakan padamu, "Alloh berfirman, RosulNya bersabda." lalu kamu menjawab, "Syaikh saya telah berkata begini begitu."

Kemudian apakah boleh bagi kita untuk mempertentangkan dalil-dalil dengan ucapan ulama?

Berkata Syaikh Al-Allamah Muqbil Al-Wadi'iy rahihamhullah:

الإخوان المسلمون يعلمون أنهم على الجهل، من أجل هذا إذا قلت لهم؟ هذا حلال وهذا حرام وأقمت الأدلة، يتملصون من الجواب ويقولون قال يوسف القرضاوي فى الحلال والحرام ، وقال سيد فى فقه السنة، وقال حسن البنا فى الرسائل...

"Ikhwanul muslimin mereka mengetahui bahwa mereka di atas kejahilan, dengan ini jika kamu katakan pada mereka? Ini halal, ini harom, dan kamu tegakkan dalil, maka mereka akan berlepas diri dari jawaban dan mereka mengatakan, dan telah berkata Yusuf Al qardawi dalam buku "halal dan haram" dan telah berkata Sayyid Qutub dalam "fiqh Sunnah", dan telah berkata Hasan Al-Banna dalam "rosail"." [Al_makh'raj minal fitnah hal. 153]

Berkata Imam Ibnu Abdil Barr رحمه الله:

والحجة عند التنازع السنة. فمن أدلى بها فقد افلح ومن استعملها فقد نجا وما توفيقي إلا بالله.

"Hujjah ketika terjadi perselisihan itu adalah As Sunnah. Maka barangsiapa mengajukan atau mengemukakan sunnah sebagai hujjahnya, maka sungguh dia telah beruntung. Dan barangsiapa mengamalkannya maka sungguh dia selamat. Dan tiada taufiq untukku kecuali dengan pertolongan Alloh." [At-Tamhid 22/ 74]

Dan inilah yang terjadi dari para ashabu TN dan para pembelanya ketika ditanyakan pada mereka yang membawakan fatwa ulama yang membolehkan Asrama TN putri tanpa mahrom, dan ucapan ucapan mereka bahwa ulama Fulan dan Fulan telah mendahului kami dalam masalah ini.

Pertanyaan:

اذكروا لنا أدلتهم من الكتاب والسنة بفهم السلف

Sebutkan pada kami dalil para ulama tersebut dari kitab dan Sunnah dengan pemahaman salaf?

Dan jika kalian tidak bisa menyebutkan dalil dari fatwa tersebut, maka kalian adalah:

من المقلدين العميان المعرضين عن أصل اهل السنة

Dari para muqollid / orang yang taqlid buta yang berpaling dari Ushul ahli Sunnah.

Berkata Al-Imam Al-Allamah Al-Mua'llimiy رحمه الله:

من اوسع أودية الباطل الغلو فى الأفاضل.

"Termasuk lembah kebathilan yang paling luas adalah berlebihan dalam memuliakan orang-orang yang memiliki keutamaan." [Atsar al-Allamah al-Mu'allimy, 9/110]

Berkata Syaikh Al-Allamah Muqbil Al-Wadi'iy رحمه الله:

لأن التقليد نفسه بدعة.

"Karena taqlid itu sendiri bid'ah." [Gharathul Asy'rithah 2/99]

Berkata Syaikhuna Al-Allamah Yahya Al-Hajury hafidzahullah tentang hizbiyyah Al-Mar'iyyah:

النقطة الثانية عشرة : التقليد.

"Point ke 12: Taqlid." [An-Nush wat tab'yiin hal. 28]

Lihat Taqlid dari Para Ashabu TN 

X Abdul A'la mengatakan: "Sebenarnya fiqih Syaikh Bin Baz dan Syaikh Muqbil sudah sangat gamblang dan jelas sekali kebenarannya, adapun fiqih abal-abal buatan KKTN maka terlalu ruwet, akan banyak sekali yang ditabrak dari hukum syariat ini.

(Ustadz Abu Masud berpesan agar fatwa Syaikh Bin Baz di atas sebaiknya ditolak saja oleh KKTN, karena jelas tidak akan sesuai dengan kemauan mereka, wallohulmuwaffiq.)"

[Lihat dalam risalah menghentikan kedzaliman kaum buhit hal 48.]

X Adapun Abu Hazim, pokoknya ada Syaikh, sudah, sampai ketika di awal-awal tahun 2014/2015,waktu itu masih Khidir yang mengatakan MUBTADI' ABU HAZIM, dia (Abu Hazim) mengatakan kenapa tidak di tabdi' juga Syaikh Muqbil, kenapa tidak di tabdi' Syaikh Bin Baz? [Markiz Toraut.]

X Lihat juga ucapan Abu Hazim: "Kalau Shiddiq kambingnya abu turab (itu abu Mas'ud yang bilang), Susah minta dalil, kambing, kalo orang faham, tapi ini kambing minta dalil, Syaikh Muqbil mau disalah-salahkan, sudah diakui dunia mau disalahkan Shiddiq." [Salah satu audionya]

Tanggapan Ringkas:

* Al Ustadz Abu Abdirrohman Shiddiq Al Bughisi حفظه الله تعالى: "Lihat itu TN, MUQOLLIDUN, pokoknya Syaikh Fulan telah berfatwa, Syaikh Fulan berfatwa, kamu berani mengatakan Syaikh Fulan salah?, Na'am salah, kalau bertentangan dengan Al-Qur'an dan As-sunnah berdasarkan pemahaman salaful ummah, katakan salah, dia manusia, tidak maksum.

Adapun Abu Hazim, katanya Shiddiq mau menyalahkan Syaikh Muqbil, iya, kalau salah, kenapa?, ini manhaj taqlid Abu Hazim, dalam kaset rekamannya, ini mengakar pada Abu Hazim ini TAQLID...."

[Markiz toraut]

* Al Ustadz Abu Ubaiyd Fadhliy Al Bugisi حفظه الله تعالى: "Di Carikan dalil, kalau dapat dalil, (dalil tersebut) tidak mendukung, Allaahul Musta'an, atau dia datangkan Mufti, fatwa seorang 'Alim di mana fatwa yang di sebutkan tersebut juga tidak mendatangkan dalil, padahal kita di tuntut mencari dalil, sekalipun ada fatwa 'Alim Ulama tidak ada dalilnya kita tidak boleh amalkan.

Kalau sekiranya di sana mereka mendapatkan ada fatwa, dia jadikan fatwa itu sebagai Robb selain Alloh, artinya dia jadikan fatwa itu seperti wahyu, dia pertentangkan fatwa itu dengan wahyu, yaa سبحان الله,....

TIDAK..!!, kalau fatwa itu tidak ada dalilnya, selamat tinggal, kita tidak butuh seperti itu, yang kita butuhkan adalah fatwa yang memang ada dalilnya.

Sekiranya ada dalil, apakah dalil itu sesuai pada kenyataan?, sesuai pada penerapannya atau tidak, tidak serta-merta yang penting ada Syaikh nya, tidak serta-merta yang penting ada fatwanya, tidak serta-merta yang penting ada 'Alim nya, لا.

Kalau begitu, - BaarokAllaahu fiikum-, jangan ingkari orang yang punya yayasan, ada fatwanya, kalau begitu jangan ingkari orang-orang yang tampil di TV, ada fatwanya, kalau begitu jangan ingkari orang-orang yang melakukan dosa dan kemaksiatan, yang onani ada fatwanya, Shohih, Al Imam Ahmad Bin Hambal, yang makan anjing ada fatwanya Al Imam Malik di sebutkan dan seterusnya.

Kita di perintahkan oleh Alloh Tabaroka wa Ta'aala untuk beragama dan beribadah berdasarkan dalil bukan berdasarkan fatwa.

Hendaknya hati-hati waspada orang-orang yang terjerumus kedalam kemaksiatan dan dalam kebid'ahan, ini penting di garis bawahi, setelah itu baru cari-cari orang yang bisa keluarkan fatwa.

SENGAJA PERGI UMROH, CARI MASYAIKH YANG TIDAK DIKENAL, SHOHIH.., TIDAK DIKENAL SIAPA MASYAIKH ITU, Tanyakan Bagaimana pendapat anda, Bagaimana pendapat anda, Bagaimana pendapat anda, Bagaimana pendapat anda, sampai di negeri Nusantara, -BaarokAllaahu Fiikum-, di sebutkan ini adalah Syaikh Fulan, Syaikh Fulan, tidak ada yang kenal sebelumnya siapa itu."

[Fawaid_sulteng]
_______________________________

Abu Hanan As-Suhaily
16 Dzulqa'dah 1443 - 15/6/ 2022

Sumber:  t.me/Nashihatulinnisa/8735
Diposting & Diedit seperlunya di Blog ini.
Judul: dari Sumbernya dengan sedikit perubahan.
taklid ashaabu menasehati menasehatkan Mukh'tahsar kebatilan mukhtashar Wadiy rasul muqallid mahram rasulullah rabb rab rob ridha batil jahiliyah fudhail shahih khatib haram rasail baqarah
Lebih baru Lebih lama

BlogTube